Jawa Pos Radar Madiun – Iklim investasi di Kota Madiun sepanjang 2024 menunjukkan tren positif.
Realisasi penanaman modal mencapai Rp 195 miliar atau 200 persen dari target yang dipatok sebesar Rp 98 miliar.
Capaian tersebut didorong sejumlah proyek strategis berskala besar.
Di antaranya pembangunan RS Hermina dengan nilai investasi Rp 180 miliar dan Hotel Mercure senilai Rp 87 miliar.
Proyek lainnya seperti RS Darmayu dan gerai ritel Superindo juga turut berkontribusi signifikan.
Wali Kota Madiun Maidi menyebut bahwa geliat investasi ini membuktikan Kota Pendekar semakin menarik di mata investor.
Bahkan, dalam sebulan terakhir ada empat calon investor asing yang datang, termasuk dari India dan Arab Saudi.
“Kami sambut baik, tapi tidak semua investasi bisa kami terima. Harus memenuhi kriteria, terutama yang berdampak pada kesejahteraan warga,” ujar Maidi, Rabu (28/5).
Dia menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton saat investasi besar masuk.
"Investasi harus menguntungkan daerah, bukan sepihak," tandasnya.
Melihat tren positif tersebut, Pemkot menargetkan investasi Rp 198 miliar untuk tahun 2025.
Angka itu sedikit naik dibanding tahun lalu. Diharapkan, capaian luar biasa bisa kembali terulang. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto