Jawa Pos Radar Madiun – Seluruh jemaah haji asal Kota Madiun dipastikan menggunakan visa reguler.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat menyatakan tidak ada satu pun jemaah yang berangkat melalui jalur visa furoda tahun ini.
Kepala Kemenag Kota Madiun, M. Zainut Tamam, mengatakan bahwa penerbitan visa furoda sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi.
“Saya rasa Kota Madiun aman dari visa furoda, dan mudah-mudahan memang tidak ada,” ungkapnya, Minggu (1/6).
Tamam menyebut, jemaah terakhir yang diberangkatkan berasal dari kloter 55 SUB sebanyak 21 orang pada 17 Mei lalu.
Semua jemaah telah memiliki visa reguler dan kini bersiap menghadapi puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dia juga mengingatkan bahwa mulai Sabtu (1/6) atau 5 Dzulhijjah, layanan bus salawat ke Masjidilharam dihentikan sementara hingga 10 Juni atau 14 Dzulhijjah untuk para calon jemaah haji (CJH).
“Jemaah lebih banyak istirahat di hotel untuk persiapan Armuzna. Semoga semua diberi kelancaran dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto