Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan kawasan hijau produktif di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo terus dikebut.
Bahkan, Wali Kota Madiun Maidi turun langsung mengecek proses pengurukan dan penanaman tanaman di zona pasif tumpukan sampah, kemarin (2/6).
Rencananya, kawasan hijau seluas lima hektare itu ditarget rampung dalam waktu dekat.
Lokasinya berada di area bekas tumpukan sampah yang kini mulai ditata menjadi taman bunga dan kebun buah.
’’Semua alat berat kami kerahkan. Penanaman bunga dan pohon buah sudah berjalan,’’ kata Maidi.
Dia menyebutkan, penataan zona pasif dilakukan secara bertahap. Tumpukan sampah diuruk dan dipadatkan terlebih dahulu.
Kemudian ditambahkan tanah subur untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
Tidak semua area bisa ditanami pohon buah. Beberapa hanya diperbolehkan untuk tanaman hias atau bunga.
’’Sudah ada kajian teknisnya. Zona pasif hanya bisa untuk bunga. Pohon buah harus ditanam di atas lapisan tanah subur,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.
Upaya ini, menurut Maidi, menjadi salah satu langkah jangka panjang untuk menangani persoalan sampah di Kota Madiun.
Alih-alih menambah volume pembuangan, pengelolaan kawasan pasif dilakukan agar tidak terus membebani TPA.
Sejalan dengan itu, pemkot juga menggenjot pengurangan volume sampah sejak dari hulu.
Yakni dengan memilah sampah daur ulang di tempat penampungan sementara (TPS), serta menyiapkan mesin penghancur di setiap kecamatan.
’’Rencana kami, masing-masing kecamatan ada dua mesin. Sampah yang masuk TPA sekarang sekitar 20 ton per hari, ini akan kami kurangi secara bertahap,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto