Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan prajurit loreng satu per satu turun dari kendaraan taktis.
Mereka disambut peluk erat dari istri dan anak-anak yang telah menanti sejak sore.
Tangis haru pecah, menyatu dengan gema takbir yang menggema di markas.
Sebanyak 400 prajurit Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha (BY) resmi kembali ke Madiun usai menunaikan tugas selama 10 bulan di Papua Barat, salah satu daerah rawan konflik di Tanah Papua.
"Alhamdulillah, kami berangkat 400 orang dan malam ini kembali dalam jumlah yang sama. Ini bukan sekadar keberhasilan taktis, ini adalah keberkahan," ujar Komandan Yonif Para Raider 501/BY, Mayor Inf Yakhya Wisnu Arianto, Kamis (6/6).
Sesampainya di markas sekitar pukul 00.00, para prajurit langsung menunaikan sujud syukur di lapangan tembak.
Bentuk terima kasih atas keselamatan yang menaungi seluruh misi.
Tak sekadar menjaga kedaulatan, pasukan 501 juga terlibat dalam misi pemulihan wilayah dan kemanusiaan.
Sebanyak 15 anggota dan simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) berhasil dibujuk untuk kembali ke pangkuan NKRI.
Mereka juga membantu membangun kembali infrastruktur di Maybrat Kompleks.
Mulai dari pembangkit listrik tenaga surya, perbaikan fasilitas pendidikan, hingga pengaspalan jalan kampung.
"Warga yang semula mengungsi ke hutan kini mulai kembali ke kampung halaman. Ini bukan kemenangan kami, ini kemenangan kemanusiaan," ucap Yakhya.
Empat tahun lalu, kawasan itu sempat geger usai insiden penyerangan Posramil yang menewaskan empat prajurit TNI.
Kini situasi perlahan membaik. "Kami hanya menjalankan tugas, dan bersyukur bisa memberi rasa aman dan harapan baru," ujarnya.
Kepulangan para prajurit terasa kian sakral karena bertepatan dengan malam wukuf di Arafah.
"Sore kami disambut upacara. Malamnya, takbir mengiringi kami pulang. Semua ini takdir Allah," tutur Yakhya.
Dia mengingatkan, meski misi di Papua telah usai, tugas sebagai abdi negara belum selesai.
"Tetap rendah hati, jaga nama baik satuan, dan jangan lukai kepercayaan rakyat," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto