Jawa Pos Radar Madiun – Ilmu kedokteran di Indonesia terus berkembang. Salah satunya, terkait metode terbaru dalam menangani saraf kejepit atau vertebral canal stenosis dengan teknik minimal invasif.
Sabtu lalu (7/6), RSUD dr Soedono Madiun Provinsi Jawa Timur menggelar International Symposium bertema Recent Update on Vertebral Canal Stenosis Minimal Invasive Management.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama asal Korea Selatan, Prof. Moon Dong Eun, Ph.D, FIPP.
’’RSUD dr Soedono Madiun menyelenggarakan pembaruan ilmu terbaru soal penanganan saraf kejepit. Kami mengundang pakar dari Korea Selatan,’’ terang Direktur RSUD dr Soedono Madiun Provinsi Jawa Timur, dr Ananda Haris, Sp.BS.
Simposium internasional itu diikuti sekitar 100 peserta. Sebagian besar adalah dokter spesialis dari bidang anestesi, ortopedi, bedah saraf, dan rehabilitasi medik.
Tidak hanya dari dalam negeri, sejumlah peserta datang dari Palestina, Malaysia, dan Singapura.
Acara tersebut juga mempertemukan berbagai tokoh medis dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Perdatin Sulsel, Organisasi Paliatif Indonesia Wilayah Malang Raya, Kolegium Anestesiologi & Terapi Intensif, hingga Board Supervisor Indonesian Fellowship Program.
’’Simposium ini bertujuan membahas dan menggali lebih dalam interventional pain management,’’ jelas Haris.
Dia menambahkan, tindakan minimal invasif kini makin relevan di dunia medis karena minim luka, mempercepat pemulihan, dan mengurangi risiko trauma.
’’Kasus nyeri masih tinggi. Di RSUD dr Soedono Madiun sendiri cukup banyak,’’ katanya.
Dipilihnya Prof. Moon Dong Eun bukan tanpa alasan. Pakar dari Moon Pain Clinic Korea Selatan itu adalah guru dari dr Mirza Koesherdianci, Sp.An, FIPP, FIPM, salah satu dokter spesialis di RSUD dr Soedono Madiun.
’’Harapannya, ilmu dari Prof. Moon bisa langsung diterapkan. Terutama bagi pasien dengan gejala ringan yang belum memerlukan operasi besar,’’ pungkas Haris. (ggi/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto