Jawa Pos Radar Madiun – Simulasi pendaftaran dilakoni para calon peserta didik baru SMA/SMK di Kota Madiun kemarin (9/6).
Namun, hanya beberapa yang memanfaatkan kesempatan latihan pendaftaran seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tersebut.
Penyebabnya diduga karena bertepatan dengan libur Idul Adha.
Waka Kesiswaan SMAN 6 Madiun Andreas Pontjo Djoko Wibowo menyebut baru ada tiga hingga empat calon siswa yang datang.
’’Latihan dilakukan secara daring. Anak-anak sekarang sudah cukup lihai daftar online secara mandiri,’’ jelasnya.
Andreas menyebut sejauh ini belum ada kendala serius.
Namun, dia tetap mengingatkan calon peserta agar menyiapkan semua berkas seperti kartu keluarga dan dokumen prestasi untuk menghindari bolak-balik saat verifikasi.
’’Kalau dokumennya lengkap, semuanya lancar,’’ katanya.
Sementara itu, Waka Humas SMAN 5 Madiun Atik Sulistyowati menambahkan, puncak pengambilan PIN diperkirakan terjadi mendekati batas akhir pada 13 Juni.
’’Pada 4–5 Juni sempat tembus 140 siswa. Hari ini baru tujuh yang verifikasi,’’ ujarnya.
Atik menjelaskan sistem SPMB tahun ini masih serupa dengan PPDB sebelumnya.
Perbedaannya terletak pada penekanan nilai akademik dibanding zonasi.
’’Kalau nilainya tinggi, meski jarak sama, yang lebih unggul tetap masuk lebih dulu,’’ terangnya.
Dia mengimbau peserta mematuhi jadwal tiga jalur masuk. Antara lain, prestasi akademik, non-akademik, dan domisili.
Jalur prestasi wajib mencantumkan sertifikat lomba, sedangkan akademik disarankan punya nilai rapor di atas 88,83.
’’Untuk domisili, prioritas tetap pada nilai dan jarak,’’ ungkapnya.
Diketahui, pagu SMAN 5 Madiun sebanyak 360 siswa dari 10 kelas. Sedangkan SMAN 6 menerima 324 siswa dari 9 kelas. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto