Jawa Pos Radar Madiun – Proses pengambilan PIN seleksi penerimaan siswa baru (SPMB) SMA dan SMK berakhir besok.
Namun demikian, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim wilayah Madiun mencatat masih banyak calon siswa yang belum menyelesaikan proses pengambilan PIN.
Per Rabu (11/6) sekitar pukul 09.25, total sebanyak 5.426 calon peserta didik se-Kota Madiun telah mengajukan pengambilan PIN.
Namun, baru 3.479 siswa atau sekitar 64 persen yang telah selesai diverifikasi dan validasi.
Sementara, masih ada 1.947 siswa atau sekitar 36 persen yang belum menyelesaikan proses ini.
’’Masalah paling sering ditemui yaitu siswa tidak bisa login karena sebelumnya salah memilih sekolah asal,’’ jelas Kasi SMA/PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Devi Yuniar.
Dia juga menyebut kesalahan data kartu keluarga (KK) dan pencatatan siswa disabilitas tanpa asesmen menjadi penyebab utama kegagalan verifikasi.
Devi mengimbau agar calon peserta didik tidak berpindah-pindah sekolah saat proses verifikasi dan validasi data, serta membawa dokumen asli lengkap saat ke sekolah.
Bagi calon pendaftar SMK, surat keterangan sehat sangat diperlukan, terutama untuk jurusan teknik dan kimia, termasuk tes buta warna, berat badan, dan tinggi badan.
Selain itu, Devi juga menekankan bahwa jalur domisili tahun ini lebih memprioritaskan nilai akademik dibanding jarak rumah ke sekolah, meski persepsi masyarakat masih beranggapan sebaliknya.
’’Jangan menunggu hari terakhir. Kami melihat masih banyak sekolah sepi. Padahal verifikasi bisa selesai dalam satu hari jika dokumen lengkap,’’ ujarnya.
Data menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMP/MTs di Kota Madiun mencapai 3.521 siswa. Terdiri dari 2.943 siswa SMP dan 1.692 siswa MTs.
Sementara daya tampung gabungan SMA dan SMK adalah 4.212 kursi. Terdiri atas 1.692 kuota SMA dan 2.520 kuota SMK.
Dengan daya tampung yang lebih besar dari jumlah lulusan, sebenarnya tidak ada ancaman kekurangan kursi.
Namun, Devi menilai masih terjadi polarisasi pilihan sekolah, dengan mayoritas siswa dan orang tua lebih memilih SMA.
Padahal, menurutnya, SMK di Madiun telah memiliki prestasi nasional yang setara dengan SMA.
’’Kami terus membuka layanan di sekolah dan mengaktifkan 10 meja operator untuk membantu proses pengambilan PIN,’’ tandasnya.
Di samping itu, pihaknya juga telah membuka latihan pendaftaran online sejak 9 Juni untuk memudahkan siswa dan orang tua memahami proses SPMB tahun ini.
’’Harapannya, proses berjalan lancar tanpa penumpukan di hari terakhir,’’ harapnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto