Jawa Pos Radar Madiun – Persiapan pengamanan kegiatan Suroan dan Suran Agung 2025 mulai dibahas intens.
Kemarin (12/6), pemkot bersama TNI-Polri dan 14 organisasi perguruan pencak silat di Madiun duduk bersama menggelar rapat koordinasi (rakor) menyambut agenda tahunan tersebut di GCIO.
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R. Moerdjoko HW menegaskan, pihaknya telah menyiapkan seluruh perangkat kegiatan, termasuk menerbitkan surat edaran internal untuk mengatur anggota dan panitia.
’’Kegiatan pengesahan calon warga PSHT akan digelar di tiga titik lokasi, di antaranya Padepokan Jalan Merak 10 dan 17, serta Padepokan DKP Mojorayung, Wungu,’’ jelasnya.
Sebanyak 3.901 peserta dipastikan mengikuti pengesahan tahun ini.
Moerdjoko menegaskan tidak ada toleransi bagi pelanggaran terhadap aturan organisasi maupun maklumat keamanan.
Dia juga menyerukan kepada seluruh anggota PSHT agar tidak melakukan konvoi kendaraan, dan menggelar tirakat di wilayah masing-masing.
’’Maklumat Aman Suro 2025 sudah jelas, mari kita patuhi bersama,’’ tegasnya.
Senada disampaikan Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Madiun Agus Wiyono Santoso.
Dia memastikan agenda Suran Agung bakal digelar pada 6 Juli mendatang di Jalan Doho, Kelurahan Winongo.
’’Akan hadir sekitar 25 ribu saudara dari seluruh Indonesia. Kami pastikan semua tertib, dan tidak ada atribut organisasi digunakan di luar lokasi kegiatan,’’ katanya.
Agus juga menegaskan larangan konvoi kendaraan roda dua yang mengenakan atribut organisasi.
Apabila terjadi pelanggaran, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
’’Silakan pakai atribut di lokasi acara. Saat berangkat dan pulang, tidak boleh,’’ tandasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto