Jawa Pos Radar Madiun – Muhammad Rizki Wahyu Pratama, siswa kelas VI SD asal Kelurahan Winongo, tampak semringah usai mengikuti sunat massal bertajuk Medhioen Khitanan, Kamis pagi (12/6).
Program tahunan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-107 Kota Madiun.
Rizki tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB bersama orang tua, adik, dan pamannya.
Ia mengaku sudah lama ingin disunat karena mayoritas teman sebayanya telah lebih dulu.
Alasan lainnya, program ini gratis, bahkan ada uang santunan dan hadiah.
“Kalau dapat hadiah, mau dibelikan sepeda buat sekolah di SMPN 3 Madiun,” ujarnya ceria.
Saat tindakan medis berlangsung, Rizki memilih memainkan ponselnya agar tidak terlalu tegang.
Ia juga mengaku tidak merasakan sakit yang berarti. “Cuma sedikit perih,” katanya.
Sunat dilakukan menggunakan metode Super Ring, teknik modern yang memakai cincin plastik untuk memotong kulup penis.
Pendaftarannya dilakukan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, terbuka untuk anak usia minimal 9 tahun (kelas III SD ke atas), dan tanpa dipungut biaya.
Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun hadir langsung membuka acara.
Ia menyampaikan bahwa khitan massal ini sudah berjalan selama enam tahun.
Tahun ini, sekitar 100 anak dari berbagai wilayah Kota Madiun turut berpartisipasi, bekerja sama dengan Yayasan Nurul Hayat.
“Khitan ini bagian dari ikhtiar membentuk generasi calon pemimpin masa depan. Kami pesan ke para orang tua agar terus mendampingi dan membimbing anak-anaknya dalam masa tumbuh kembang,” ujar Bagus. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto