Jawa Pos Radar Madiun – Wabah demam berdarah dengue (DBD) kembali menyerang saat peralihan musim di Kota Madiun.
Kali ini, tiga warga sekolah SDN 02 Madiun Lor menjadi korban gigitan nyamuk Aedes aegypti. Mereka adalah seorang guru dan dua siswa.
Guru kelas VI, Ritha Rahmadani, menyebut kasus itu langsung dilaporkan ke Puskesmas Ngegong.
"Fogging pertama sudah dilakukan pada Kamis pekan lalu. Hari ini (12/6) fogging kedua," jelasnya.
Meski fogging dilakukan saat ujian berlangsung, proses pengasapan tidak mengganggu jadwal belajar.
Pasalnya, ujian baru dimulai pukul 09.30 WIB, setelah asap dinilai aman bagi siswa.
Selain tindakan pengasapan, pihak sekolah dan puskesmas juga mengingatkan pentingnya gerakan 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang) sebagai langkah pencegahan utama sarang nyamuk.
Imbauan ini diperkuat dengan temuan jentik nyamuk di dua titik penampungan air saat penyelidikan epidemiologi pada 2 Juni.
Penanggung jawab DBD dari Puskesmas Ngegong, Ajeng Yuda Mita, menyebutkan fogging pertama dilakukan pada 5 Juni, disusul pengasapan siklus kedua pada Kamis (12/6).
"Kami temukan jentik di dua lokasi, jadi perlu dua kali fogging," kata Ajeng.
Dari tiga korban, guru dirawat di Puskesmas Balerejo, satu siswa menjalani perawatan di RS Santa Clara, dan satu lagi dirawat di rumah.
Ajeng mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala awal DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan mual.
"Perubahan cuaca saat ini sangat mendukung berkembangnya nyamuk. Jangan abai kebersihan," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto