Jawa Pos Radar Madiun – Aksi vandalisme terjadi di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC).
Sasaran corat-coret tak bertanggung jawab itu mengarah ke replika Kakbah, salah satu ikon wisata religi Kota Madiun.
Wali Kota Maidi langsung bereaksi atas insiden tersebut.
‘’Kami perbaiki. Kami lihat motifnya apa. Entah iseng atau memang ada tujuan lain,’’ ujar Maidi, Minggu (15/6).
Pemkot Madiun menyayangkan aksi tersebut. Untuk mencegah kejadian serupa, pemkot akan memasang papan peringatan larangan vandalisme di PRC dan kawasan wisata lainnya.
Selain itu, kamera pengawas (CCTV) akan dipasang untuk mendukung pengawasan.
‘’Nanti kami tambah peringatannya. CCTV juga kami pasang,’’ sambung Maidi.
Kasatpol PP dan Damkar Kota Madiun Sunardi membenarkan adanya vandalisme di PRC.
Pihaknya telah menurunkan personel untuk memperketat pengawasan di lokasi tersebut.
‘’Kami tingkatkan patroli. Masyarakat juga kami harap ikut melapor kalau melihat tindakan serupa,’’ tegasnya.
Menurut Sunardi, aksi vandalisme tergolong perusakan fasilitas umum yang masuk tindak pidana.
Pelaku bisa dikenai sanksi tegas, baik mengganti kerusakan maupun proses hukum.
‘’Kalau bisa memperbaiki, ya perbaiki. Kalau tidak, kami proses hukum,’’ ucapnya.
Dia mengimbau warga untuk tidak merusak fasilitas umum, terlebih di tempat wisata religi.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor bila menemukan aksi mencurigakan.
‘’Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat kami tindak,’’ pungkasnya. (ggi/den)
Editor : Hengky Ristanto