Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BPBD Kota Madiun Tambah Destana Baru di Manisrejo, Antisipasi Kekeringan Jelang Kemarau

Erlita H • Kamis, 19 Juni 2025 | 21:45 WIB
Petugas BPBD Kota Madiun memberikan pelatihan pertolongan pertama kepada para anggota Destana di Kelurahan Manisrejo, kemarin (18/6). FOTO: BPBD UNTUK JAWA POS RADAR MADIUN
Petugas BPBD Kota Madiun memberikan pelatihan pertolongan pertama kepada para anggota Destana di Kelurahan Manisrejo, kemarin (18/6). FOTO: BPBD UNTUK JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun menghadapi masalah kebencanaan ditingkatkan.

Salah satunya dengan membentuk desa/kelurahan tangguh bencana (destana) baru di Kelurahan Manisrejo.

Dengan demikian, total sudah 12 kelurahan yang saat ini berstatus destana aktif.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Wahyudi, mengatakan bahwa pembentukan destana ini bertujuan mengurangi risiko bencana secara mandiri di tingkat kelurahan.

Target ke depan, seluruh 27 kelurahan di Kota Madiun dapat memiliki sistem destana sendiri.

Namun, keterbatasan anggaran membuat pembentukan dilakukan secara bertahap.

’’Setiap tahun kami bentuk dua Destana. Satu dari dana BPBD Provinsi Jatim dan satu dari anggaran kota,’’ jelas Wahyudi, Kamis (19/6).

Adapun 12 kelurahan yang telah menjadi destana tersebar di tiga kecamatan.

Meliputi Tawangrejo, Kelun, Rejomulyo, Kanigoro, dan Pilangbango di Kecamatan Kartoharjo.

Lalu, Manguharjo, Winongo, serta Nambangan Kidul di Kecamatan Manguharjo.

Kemudian, Demangan, Josenan, Banjarejo, dan Manisrejo di Kecamatan Taman.

Untuk tahun ini, selain Manisrejo, Banjarejo menjadi kelurahan pertama yang dibentuk sebagai destana.

Di samping pembentukan destana, Wahyudi mengaku, pihaknya juga antisipasi ancaman kekeringan yang biasa melanda beberapa wilayah saat musim kemarau.

Dua kelurahan yang masuk kategori rawan kekeringan adalah Kelun dan Tawangrejo.

BPBD telah menyiagakan empat tandon air berkapasitas 1.200 liter di gudang logistik untuk kebutuhan darurat.

’’Kalau ada permintaan dropping air, langsung kami kirim bersama tandon dan instalasinya,’’ terangnya.

Wahyudi menjelaskan bahwa kekeringan yang terjadi di Kota Madiun bukan disebabkan karena krisis air bersih.

Namun, karena debit air sumur warga kalah dengan penggunaan pompa diesel sawah untuk keperluan irigasi.

’’Masyarakat diimbau mengandalkan air dari PDAM untuk kebutuhan rumah tangga,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#bpbd #kota madiun #antisipasi bencana #musim kemarau #destana