Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cegah Banjir, Warga Kota Madiun Dapat Rp 10 Juta Per RT dari Pemkot

Erlita H • Kamis, 19 Juni 2025 | 22:30 WIB
Warga Kota Madiun menggelar kerja bakti pembersihan lingkungan untuk mencegah banjir dengan memanfaatkan bantuan dana Rp 10 juta per RT. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
Warga Kota Madiun menggelar kerja bakti pembersihan lingkungan untuk mencegah banjir dengan memanfaatkan bantuan dana Rp 10 juta per RT. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Warga Kota Madiun kini punya senjata baru untuk mencegah banjir.

Pemkot Madiun mengalokasikan bantuan senilai Rp 10 juta bagi setiap rukun tetangga (RT) guna mendukung pemeliharaan saluran lingkungan dan penguatan budaya gotong royong.

Menurut Kabid Perencanaan Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian, dan SDA Bapelitbangda, Mas Kahono Pekik Hari Prasetiyo, bantuan tersebut ditujukan untuk merespons cepat keluhan masyarakat terkait genangan air saat hujan deras melanda secara serentak di berbagai titik.

Dengan dana yang sudah tersedia di tiap RT, masyarakat bisa langsung bergerak melakukan pembersihan saluran dan lingkungan.

“Kalau terjadi genangan, masyarakat bisa segera mengatasi tanpa harus menunggu program dari pusat atau daerah. Ini bentuk kemandirian yang dibangun melalui anggaran mikro di tingkat warga,” jelas Kahono, Kamis (19/6).

Program ini telah berjalan sejak 2022, dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Pada tahun pertama, setiap RT menerima Rp 5 juta. Nilai bantuan terus ditingkatkan hingga menyentuh Rp 10 juta per RT pada 2025.

Total ada 1.025 RT penerima bantuan tersebut, kecuali dua RT yang berada di luar wilayah pembinaan pemkot, yakni zona militer 501 dan Perumnas PG Rejoagung.

Dana dicairkan pada triwulan pertama tahun ini dan digunakan untuk pekerjaan yang bervariasi, tergantung kebutuhan dan kondisi di lapangan, dengan rentang waktu pelaksanaan antara 3 hingga 6 bulan.

Setiap RT diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban lengkap, mulai dari dokumentasi kegiatan hingga SPj (surat pertanggungjawaban), yang kemudian akan diaudit oleh Inspektorat Kota Madiun.

“Kami ingin pelayanan pemerintah daerah bisa menjangkau semua warga. Tapi yang lebih penting adalah tumbuhnya kembali budaya gotong royong di perkotaan,” pungkas Kahono. (err/den)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #gotong royong #rp 10 juta #Dana RT #pencegahan banjir #Pemkot Madiun