Jawa Pos Radar Madiun – Udara dingin saat malam hingga dini hari mulai dirasakan warga. Fenomena bediding itu menandai datangnya musim kemarau 2025.
“Kalau di Jawa Timur, biasanya puncaknya terjadi pada Agustus,” ujar Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika Nganjuk, kemarin (21/6).
Bediding terjadi akibat hembusan udara dingin dari Benua Australia ke wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).
Minimnya tutupan awan saat kemarau mempercepat pelepasan panas bumi ke atmosfer saat malam, membuat suhu terasa sangat dingin.
Sejumlah wilayah di Jatim sudah mulai memasuki kemarau, ditandai dengan menurunnya curah hujan.
Namun, Setiyaris menegaskan bahwa kemarau tahun ini tergolong kemarau basah.
“Masih ada potensi hujan, meski tidak sering. Polanya bisa tiga sampai empat hari panas, lalu hujan ringan,” jelasnya.
BMKG memprediksi hujan tetap bisa terjadi hingga Agustus mendatang. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto