Jawa Pos Radar Madiun – Strategi pengamanan menyambut tradisi Suroan dan Suran Agung di Kota Madiun dimantabkan, kemarin (23/6).
Bahkan, Wali Kota Maidi menegaskan, agenda tahunan yang sarat makna budaya itu harus dikawal bersama demi terciptanya suasana aman dan damai.
Dia tidak ingin lagi muncul anggapan bahwa tradisi Suroan-Suran Agung selalu lekat dengan kesan mencekam karena konflik antarperguruan.
’’Semua pihak sudah menyatakan siap. Saya rasa pelaksanaannya tahun ini akan aman. Tapi kita tetap perlu komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas,’’ tegas Maidi usai mengikuti rakor aman Suro di GCIO.
Selain itu, Maidi secara gamblang menyebut bahwa salah satu pemicu kericuhan di masa lalu justru datang dari luar daerah.
Oleh sebab itu, pemkot bersama aparat keamanan menegaskan melarang peserta dari luar kota untuk ikut serta.
Instruksi ini juga berlaku untuk semua perguruan silat yang rutin mengikuti agenda Suroan-Suran Agung.
’’Yang dari luar kota kami stop, tidak boleh masuk. Silakan lakukan kegiatan di daerah masing-masing sesuai arahan perguruan. Ini demi kebaikan kita semua,’’ tandasnya.
Maidi juga mengingatkan seluruh organisasi perguruan silat untuk menaati kesepakatan yang telah disusun bersama.
Dia berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan dengan citra positif sebagai warisan budaya dan bukan ajang pertikaian.
’’Kalau semua taat dan kompak, Madiun bisa jadi contoh baik dalam mengelola tradisi perguruan pencak silat,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto