Jawa Pos Radar Madiun - Pemkot Madiun tak tinggal diam dalam menghadapi potensi gejolak inflasi yang disebabkan oleh dinamika harga minyak mentah dunia.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa monitoring harga dan pasokan akan dilakukan secara ketat demi menjaga stabilitas harga di wilayahnya.
’’Monitoring ketat tetap kami lakukan agar inflasi tetap terkendali,’’ tegas Maidi, Rabu (25/6).
Menurutnya, situasi global memang dinamis. Tapi antisipasi lokal tak boleh kendor.
Dia menyebutkan bahwa pemkot sudah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi.
Termasuk mendorong pemanfaatan kendaraan listrik sebagai langkah jangka panjang untuk mendukung distribusi logistik yang efisien dan ramah lingkungan.
’’Selain itu, ketahanan pangan kami kuatkan,’’ kata Maidi.
Langkah konkret yang telah dilakukan antara lain memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif.
Program pekarangan pangan di kantor-kantor perangkat daerah dan sekolah juga telah dijalankan untuk memastikan ketersediaan pangan tidak terganggu, meski ada potensi kenaikan harga BBM.
’’Insya Allah tidak ada gejolak harga terhadap bahan pangan,’’ ucap Maidi.
Maidi juga memaparkan data terbaru inflasi di Kota Madiun.
Pada Mei lalu, tercatat deflasi month-to-month (MtM) sebesar -0,35 persen, inflasi year-to-date (YtD) sebesar 0,88 persen, dan inflasi year-on-year (YoY) sebesar 1,08 persen.
’’Inflasi jangan sampai tinggi, tapi juga jangan deflasi. Karena kalau deflasi, barang tersedia tapi tidak ada permintaan,’’ jelasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto