Jawa Pos Radar Madiun – Penilaian program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) terus bergulir.
Kemarin (24/6), tim penilai menyambangi 10 SMP dan MTs peserta program.
Hasil sementara menunjukkan sebagian tanaman yang ditanam tak tumbuh optimal.
Cuaca ekstrem jadi faktor penyebab utama.
Sekolah yang dikunjungi antara lain SMP PSM, SMPN 11 Madiun, SMPN 10 Madiun, SMP Progresif Al Mardiyah dan MTs Al Mujaddadiyah
Lalu, dilanjutkan di MTsN Kota Madiun, SMP Prof. Hamka, SMP Mitra Harapan, SMPN 7 Madiun, SMPN 5 Madiun, serta SMPIT Bakti Ibu.
Koordinator SPI SMPN 11 Madiun Susi Ratnawati menyebut kendala muncul sejak awal tanam pada April lalu.
Curah hujan tinggi membuat pertumbuhan tanaman terganggu.
"Tanah jadi asam dan kurang gembur. Tapi sudah kami tindak lanjuti dengan penggemburan, penambahan lubang polybag, pemupukan, dan penyemprotan insektisida," jelasnya.
Tim penilai terdiri dari dua akademisi Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri dan satu perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.
Salah satunya, Titik Irawati, menyampaikan penilaian didasarkan pada proses tanam, jumlah tanaman tumbuh, tingkat pertumbuhan, hingga pengamatan hama dan penyakit.
"Kami ukur mulai tinggi tanaman, jumlah daun, sampai serangan organisme pengganggu," ungkapnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto