Jawa Pos Radar Madiun – Transformasi digital di SMPN 3 Kota Madiun berbuah pengakuan.
Sekolah yang telah menerapkan Learning Management System (LMS) secara menyeluruh ini meraih penghargaan Radar Madiun Education Awards 2025 kategori Digital Transformation.
Langkah progresif sekolah dalam adopsi teknologi tidak sekadar menyentuh ruang kelas, tetapi mencakup seluruh aspek kegiatan.
Mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler telah berbasis sistem digital.
Kepala SMPN 3 Kota Madiun, Choirul Muttaqin, menegaskan bahwa penghargaan ini memperkuat identitas sekolah sebagai pelopor digitalisasi pendidikan tingkat SMP.
“Kami tidak sekadar mengikuti tren, tapi membangun sistem pembelajaran digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Capaian tersebut mendapat pengakuan dari Google. Perusahaan teknologi global itu memberi kepercayaan kepada SMPN 3 Kota Madiun untuk menyusun kurikulum pengenalan coding dan artificial intelligence (AI).
Hal ini menjadikan sekolah tersebut pionir pengembangan literasi digital tingkat menengah.
Choirul berharap capaian ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh guru dan siswa untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Literasi digital adalah masa depan. Dan kami ingin siswa kami siap bersaing di masa depan itu,” pungkasnya.
SMPN 3 Kota Madiun terus menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor dalam pengembangan pendidikan berbasis global.
Sekolah ini menjadi pionir dalam pengelolaan kelas bilingual (bahasa Inggris) di tingkat SMP negeri se-Kota Madiun.
Menyambut tahun ajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan Kota Madiun mewajibkan seluruh SMP negeri memiliki kelas bahasa, menjadikan langkah awal SMPN 3 sebagai contoh inspiratif bagi sekolah lain.
Kehadiran tamu dari Republik Ceko dan Jepang beberapa waktu lalu semakin memperkuat komitmen internasionalisasi sekolah ini.
Saat delegasi dari Republik Ceko berkunjung ke Madiun, Kepala Sekolah Choirul Muttaqin dan guru bahasa Inggris, Eva, mendapat kepercayaan mendampingi selama empat hari penuh, mempererat hubungan budaya dan pendidikan antarnegara.
“Kami siap menjadi garda depan dalam menyukseskan program kelas bahasa di Kota Madiun,” ujar Choirul. (*)
Editor : Hengky Ristanto