Jawa Pos Radar Madiun –SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur membuktikan diri sebagai sekolah berstandar global.
Tak hanya mengedepankan karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme, sekolah berbasis taruna ini juga konsisten menjalin kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada siswa dan guru.
Berbagai program unggulan seperti World Classroom Japan, AFS Global STEM Accelerator & Educator, hingga Global Youth Innovation Summit, menjadi ajang unjuk kompetensi pelajar dan guru di panggung dunia.
‘’Kami ingin taruna-taruni kami tidak hanya tangguh secara karakter, tetapi juga memiliki daya saing internasional,” ujar Agus Supriyono, Kepala SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur.
Program World Classroom Japan menjadi jembatan emas kerja sama dengan sekolah-sekolah unggulan Jepang seperti Okinawa Suisan High School dan Shuri Junior High School.
Melalui program pertukaran pelajar daring, siswa SMAN 3 Taruna Angkasa memperluas wawasan lintas budaya dan teknologi.
Di sisi lain, kerja sama strategis dengan Lanud Iswahjudi memperkuat aspek bela negara dan kedirgantaraan.
Tak tanggung-tanggung, siswa sekolah ini berhasil tampil di ajang internasional seperti Malaysia International Marching Art Championship.
Tak hanya murid, guru SMAN 3 Taruna Angkasa juga menunjukkan kualitas dunia.
Salah satunya adalah Umdatun Nafiah, yang berhasil masuk dalam program AFS Global STEM Educator.
Program ini mempertemukan pendidik dari berbagai negara untuk saling berbagi metode dan inovasi pengajaran berbasis STEM.
Pun juga lolos beasiswa LDPD di Harvard University, di mana para guru belajar computer science dengan para professor dari sana.
Prestasi luar biasa juga ditorehkan oleh Axel Bramantyo, siswa yang diterima di empat perguruan tinggi internasional ternama seperti Australian National University, Hong Kong Polytechnic University dan Beihang University.
Ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMAN 3 Taruna Angkasa siap bersaing di dunia global, baik dari sisi akademik maupun komunikasi lintas budaya.
Siswa SMAN 3 Taruna Angkasa juga rutin tampil di forum-forum bergengsi seperti Global Youth Innovation Summit, Youth Innovation Forum, dan menjadi delegasi Indonesia dalam Asia Youth Model United Nations (AYIMUN). Tema yang diangkat pun tak main-main: Sustainable Development Goals (SDGs).
‘’Kami percaya, kolaborasi internasional adalah jembatan emas membentuk pemimpin masa depan,” pungkas Agus. (chi/*/naz)
Editor : Hengky Ristanto