Jawa Pos Radar Madiun – Semangat inovasi ditunjukkan Esti Nurhayati sejak dipercaya memimpin SMPN 1 Kota Madiun pada 2023.
Dalam waktu singkat, dia membawa sekolah itu meraih berbagai prestasi membanggakan, sekaligus menjadi rujukan nasional.
‘’Saya ingin semua lini sekolah punya program dan inovasi, dari kesiswaan, humas, sarpras, hingga kurikulum. Semuanya harus aktif dan komunikatif dengan wali murid,’’ ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Esti, setiap guru pun diminta memiliki inovasi pembelajaran masing-masing yang bersinergi dengan Madiun kota inovasi.
Tujuannya agar siswa tidak jenuh dengan pola belajar dan terbiasa berpikir kritis. Setiap Jumat, guru dikumpulkan dalam kegiatan Sibertosa (Sinau Bersama Tutor Sebaya), forum rutin berbagi dan praktik inovasi antarguru.
‘’Mereka menyampaikan ide kreatif dan langsung dipraktikkan di kelas masing-masing,’’ jelasnya.
SMPN 1 Kota Madiun menelurkan program unggulan seperti Sejiwa Bergizi setiap Jumat minggu ke empat, gerakan menulis Bersama guru dan siswa, kebun literasi, hingga optimalisasi ekstrakurikuler.
Hasilnya? Prestasi demi prestasi diraih. Di antaranya, juara 1 Mading 3D tingkat kota (2025), juara 2 Olimpiade Matematika (2025), hingga juara 1 Kejurprov Catur Jawa Timur (2025).
Bahkan, sekolah ini juga meraih juara 1 Lomba Budaya Mutu dua tahun berturut-turut yang diadakan Dindik Kota Madiun, serta juara Best Practice Pendidikan dan Inobel jenjang SMP.
Lembaga pendidikan ini juga kerap jadi tempat studi tiru. Delegasi dari Salatiga, Binjai, hingga Jepang datang langsung untuk mempelajari sistem dan metode pembelajaran inovatif.
Bahkan, SMPN 1 Kota Madiun juga sudah menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Esti menekankan, semua pencapaian hanya mungkin terjadi dengan kerja sama solid antara guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah.
“Kami berjalan bersama, saling mendukung, agar prestasi bisa dicapai secara berkelanjutan. Tidak lupa peran serta dan motivasi dari dinas pendidikan dan pengawas sekolah,” pungkasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto