Jawa Pos Radar Madiun – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun angkat bicara terkait banyaknya keluhan wali murid yang anaknya tidak diterima di SMA negeri.
Mereka tak menampik sejumlah warga sampai mendatangi kantor dinas dan DPRD Kota Madiun.
Kasi SMA/PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Devi Yuniar menyatakan bahwa kuota SMA negeri memang tidak mampu menampung seluruh lulusan SMP dan MTs di Kota Madiun.
’’Kuota SMAN tidak cukup untuk mewadahi semua lulusan,’’ ujarnya, kemarin (30/6).
Menurut Devi, sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini telah memberi ruang bagi warga kota.
Salah satunya dengan memberlakukan Kartu Keluarga (KK) berdomisili Kota Madiun pada jalur domisili tahap III.
Namun, proses seleksi tetap berbasis nilai akademik.
’’Prioritas pertama tetap nilai. Kalau ada yang sama, baru dihitung jaraknya,’’ jelasnya.
Menanggapi keluhan bahwa anak-anak warga kota gagal masuk SMAN, Devi menyebut hal itu bisa terjadi karena nilai peserta didik kalah bersaing dengan pendaftar lain.
’’Semua aturan sudah kami sosialisasikan. Prosesnya by sistem dan kami hanya memantau,’’ imbuhnya.
Sebagai solusi, Devi menyarankan siswa yang belum diterima untuk mengikuti pendaftaran SMK pada 2–3 Juli.
Saat ini, sekitar 60 persen pagu jalur domisili di SMK masih tersedia.
’’Kalau tidak berminat di SMK, masih ada pilihan SMA swasta,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto