Jawa Pos Radar Madiun - Inflasi bulanan (month to month) di Kota Madiun pada Juni tercatat 0,33 persen.
Angka ini tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Sebagai perbandingan, inflasi Juni 2023 hanya 0,08 persen, sementara pada Juni 2022 tercatat deflasi 0,48 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Aziz menyebut, inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,21 persen.
Sedangkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,90 persen.
’’Masih dalam rentang aman target pemerintah, yaitu 2,5 plus minus 1 persen,’’ ujarnya, Rabu (2/7).
Inflasi bulan lalu disumbang oleh kenaikan harga sejumlah bahan makanan.
Komoditas cabai rawit mencatat lonjakan tertinggi sebesar 42,20 persen dengan andil 0,11 persen terhadap inflasi.
Beras juga naik 1,47 persen dan memberikan andil 0,06 persen.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi antara lain bawang merah, tomat, pepaya, telur ayam ras, dan daun bawang.
’’Momentum Idul Adha dan terganggunya distribusi akibat aksi demo sopir truk odol turut berpengaruh,’’ jelas Aziz.
Faktor lain adalah belum masuknya masa panen raya serta lambannya penyaluran cadangan beras pemerintah.
’’Stok beras cukup, tinggal bagaimana percepatan penyalurannya ke pasar,’’ sambungnya.
Untuk menekan inflasi, pemerintah menggencarkan program tanam cabai serempak.
Termasuk melalui gerakan sekolah peduli inflasi yang diharapkan bisa membantu suplai cabai di pasaran. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto