Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) memadati Lapangan Winongo, Manguharjo, Minggu (6/7).
Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti Suran Agung 122 tahun perguruan silat tersebut.
Beragam cara unik ditempuh untuk tiba di Kota Madiun. Ada yang menumpang sepur kelinci berhias janur, mobil dan truk pun dimodifikasi kreatif sebagai wujud kekompakan warga perguruan.
Ketua Pelaksana Suran Agung, Dika Wicaksana, mengapresiasi dukungan aparat keamanan, pemerintah, dan seluruh warga PSHWTM atas terciptanya ketertiban selama kegiatan.
’’Tidak terasa, usia PSHWTM sudah 122 tahun. Ini harus dijaga bersama demi membangun SDM yang bermanfaat bagi masyarakat luas,’’ katanya.
Suran Agung tahun ini mengusung tema Budaya Suran Agung yang Adi Luhung Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan untuk Indonesia Kuat Bermartabat.
Menurut Dika, tema tersebut menjadi pengingat pentingnya merajut persaudaraan dan gotong royong demi keutuhan bangsa.
’’Mari kita ciptakan suasana zero insiden, demi kenyamanan bersama,’’ pesannya.
Ketua Umum PSHWTM Agus Wiyono Santoso mengingatkan pentingnya momentum 10 Muharam atau 1 Suro untuk memperkuat keimanan.
’’Tahun baru ini semoga menjadi awal peningkatan amal dan ibadah, sebagaimana ajaran para pinisepuh dalam membangun manusia berjiwa Pancasila,’’ katanya.
Wali Kota Madiun Maidi juga mengapresiasi peran 14 perguruan silat dalam menjaga kondusivitas kota.
Menurutnya, Suran Agung tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi.
’’Madiun adalah kota pendekar, mari bersama-sama ikut menggerakkan ekonomi Jawa Timur,’’ ucapnya.
Acara juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Dia menegaskan, keberagaman perguruan adalah kekuatan yang membentuk karakter bangsa.
’’Anak-anak tunas muda ini kelak menjadi generasi religius sekaligus nasionalis,’’ ujar Khofifah.
Khofifah menyebut Madiun sebagai tanah Majapahit yang menumbuhkan semangat persaudaraan dalam bingkai Pancasila.
’’Setia Hati adalah kekuatan penting dalam memperkuat persatuan bangsa,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto