Jawa Pos Radar Madiun – Stigma es krim sarat pewarna dan pemanis buatan coba diubah Susilowati, 45, warga Kelurahan Manisrejo, Taman.
Dia menciptakan es puter sehat berbahan sayur dan buah lokal yang diberi nama Es Krim Jadul Blepotan.
Kreasi itu berawal dari aktivitasnya tiga tahun terakhir di Kawasan Pertanian dan Perikanan Lestari (KP2L) Pari Mandiri.
Susi aktif mengelola Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bersama ibu-ibu lain.
Dari bayam, wortel, hingga buah naga tumbuh subur di halaman kelompok.
“Awalnya saya bikin minuman tradisional seperti sinom dan ginger latte. Waktu ada mahasiswa KKN mengenalkan es krim bahan alami, saya coba buat sendiri dari bayam dan buah naga,” ujarnya, Senin (7/7).
Bahan dasar es krim buatannya terdiri dari santan, vanili, dan susu.
Warna diperoleh alami dari sayuran: hijau dari bayam, merah muda dari buah naga, dan oranye dari wortel.
Adonan dibekukan secara manual menggunakan es batu dan garam kasar.
“Teksturnya seperti es puter jadul, tapi lebih sehat,” jelasnya.
Nama “Blepotan” diberikan karena tampilannya yang cemong dan klasik. Es krim ini dipasarkan di kantin tempat Susi bekerja.
Satu cup dibanderol Rp5 ribu lengkap topping, versi cone kecil Rp2 ribu, dan es krim dengan roti tawar Rp3 ribu.
Produksi dilakukan setiap hari saat kantin buka.
Ia juga menerima pesanan acara atau saat musim libur sekolah.
Bahkan, es krim buatannya pernah dipesan Ketua PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi dalam jumlah besar.
“Kalau dikasih sayur langsung, anak-anak menolak. Tapi kalau dalam bentuk es krim, malah senang,” tuturnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto