Jawa Pos Radar Madiun – Sejarah baru diukir cabor tenis. Untuk pertama kalinya, Pelti Kota Madiun sukses menyumbang tiga medali dalam Porprov Jatim.
Terdiri dari satu medali emas dan dua perunggu.
Medali emas diraih dari nomor tunggal putra atas nama Muhammad Misbah Abdullah, sementara dua medali perunggu datang dari nomor ganda campuran dan beregu putri.
’’Kami menurunkan tiga atlet, satu putra dan dua putri,’’ ujar pelatih Pelti Kota Madiun, Gatot Waluyo, Rabu (9/7).
Gatot mengaku bangga atas pencapaian ini. Sebab, ini medali pertama bagi Pelti Kota Madiun di porprov.
’’Semua ini berkat persiapan matang, latihan maksimal, dan dukungan penuh dari Ketua Pelti Kota Madiun Tauhid Islamy beserta jajaran pengurus yang selalu mendampingi atlet selama di Malang,’’ bebernya.
Capaian ini tidak diraih secara instan. Sebelumnya, Pelti Kota Madiun kerap dipandang remeh karena dianggap bukan tim unggulan.
Namun, di bawah tekanan undian yang mempertemukan dengan tim-tim favorit, para atlet justru tampil maksimal.
’’Porprov sebelumnya di Jember saja, kami susah dapat perunggu. Kali ini bisa merebut emas dari daerah unggulan seperti Surabaya,’’ terang Gatot.
Pada laga final tunggal putra, Misbah tampil percaya diri dan mampu mengalahkan Riyan Angga dari Surabaya.
Target awal Gatot sebenarnya hanya perunggu. Namun, kerja keras dan semangat pantang menyerah berbuah hasil manis.
Gatot menegaskan, prestasi ini jadi pelecut untuk porprov mendatang.
’’Latihan harus lebih ditingkatkan, persiapan harus lebih matang. Semoga ke depan bisa kembali meraih emas, bahkan lebih,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto