Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Siapa Biju Patnaik? Tokoh India yang Dibuatkan Patung di PSC Kota Madiun, Warga Daerahnya Dekat dengan Indonesia

Mizan Ahsani • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:04 WIB
Wapres pertama RI Moh Hatta (kiri) didampingi Rahmi Hatta (tengah) berjabat tangan dengan Menteri Baja dan Pertambangan India Biju Patnaik di Jakarta, Rabu 7 Maret 1979.
Wapres pertama RI Moh Hatta (kiri) didampingi Rahmi Hatta (tengah) berjabat tangan dengan Menteri Baja dan Pertambangan India Biju Patnaik di Jakarta, Rabu 7 Maret 1979.

Jawa Pos Radar Madiun - Kota Madiun bersiap menghadirkan sosok ikonik baru dalam lanskap Pahlawan Street Center (PSC).

Bukan tokoh lokal, melainkan pahlawan dari India yang punya peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI, yakni Biju Patnaik.

Penghormatan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Madiun dan Pemerintah India melalui Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur, Manoj Bhat.

Ia mengungkapkan, Wali Kota Madiun Maidi secara khusus mengusulkan agar patung Biju Patnaik turut berdiri di kawasan PSC, berdampingan dengan tokoh-tokoh dunia lainnya.

“Pak wali kota mengusulkan agar ikon India di PSC adalah Biju Patnaik, tokoh besar India yang pernah mendapat penghargaan tertinggi dari Indonesia untuk WNA,” kata Manoj, Sabtu (5/7).

Profil Biju Patnaik, Pilot Pemberani yang Dukung Diplomasi Indonesia

Biju Patnaik atau Bijayananda Patnaik bukan sekadar politisi dan mantan Kepala Menteri Odisha di India.

Ia juga dikenal sebagai pilot pemberani yang berperan langsung dalam perjuangan diplomasi Indonesia melawan kolonialisme Belanda.

Pada masa revolusi kemerdekaan, Patnaik menerbangkan dua tokoh penting Indonesia, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, dari Yogyakarta ke India.

Penerbangan ini dilakukan pada 22 Juli 1947, hanya dua hari setelah Agresi Militer Belanda I.

Ia menembus blokade udara Belanda menggunakan pesawat Dakota pribadinya.

Misinya mengantar Sutan Sjahrir menghadiri Konferensi Inter-Asia di New Delhi dan menyuarakan perjuangan kemerdekaan Indonesia di forum internasional.

Patnaik berhasil mendarat di India pada 24 Juli 1947, dan peristiwa itu menjadi titik balik penting bagi pengakuan internasional terhadap Republik Indonesia.

Karena jasanya yang luar biasa, Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama, penghargaan tertinggi untuk warga negara asing.

Kedekatan antara India dan Indonesia, khususnya wilayah Odisha dan Pulau Jawa, bukan hanya terjadi di era modern.

Sejak abad ke-7, hubungan keduanya terjalin melalui perdagangan dan kebudayaan.

Odisha dikenal sebagai wilayah yang dulunya merupakan pusat Kerajaan Kalinga, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Kalingga di Jawa.

Hingga kini, masyarakat Odisha masih merayakan tradisi Bali Jatra, atau “Berlayar ke Bali”, sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan maritim dengan Nusantara.

Mereka membuat kapal kecil berhias pelita dan melabuhkannya ke sungai atau danau.

Selain patung Biju Patnaik, India juga memperkuat hubungan dengan Madiun lewat program pendidikan.

Pemerintah India membuka beasiswa penuh bagi warga Kota Madiun yang ingin melanjutkan pendidikan S1, S2, hingga S3 di India.

Fasilitas mencakup biaya kuliah, akomodasi, konsumsi, dan uang saku bulanan. “Untuk tahap awal, kami siapkan kuota 4–5 orang dari Madiun,” ujar Manoj.

Tak hanya itu, program kursus singkat berdurasi 1–2 bulan juga disiapkan untuk guru, pegawai pemerintah, pelaku usaha, hingga profesional swasta usia 25–45 tahun.

Semua biaya ditanggung penuh oleh Pemerintah India. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kemerdekaan ri #patung #kota madiun #Pahlawan Street Center #PSC #sutan sjahrir #biju patnaik #india #pahlawan