Jawa Pos Radar Madiun – Kebun melon di kawasan Ngrowo Bening Edupark kembali memasuki masa panen.
Tanaman milik Sutomo tersebut setiap bulan menghasilkan buah melon berkualitas, yang bisa dipetik langsung oleh warga.
Jenis yang dibudidayakan adalah melon lavender dan varietas 56. Keduanya ditanam dengan sistem hidroponik dalam green house.
“Beberapa hari lalu sudah mulai panen. Warga bisa ikut memetik sendiri,” ujar Sutomo, Minggu (20/7).
Harga buah melon dibanderol Rp 25 ribu per kilogram, dengan berat rata-rata 1,5–2 kilogram per buah.
Panen berlangsung sepekan karena jumlah tanaman yang melimpah. Saat ini, Sutomo mengelola empat green house, salah satunya baru dibangun di sisi utara jalan.
Tiga green house berisi 1.600 pohon masing-masing, dan satu lagi 1.200 pohon.
Meski satu pohon bisa menghasilkan lebih dari satu buah, Sutomo memilih sistem satu pohon satu buah demi kualitas.
“Kami utamakan kualitas. Satu pohon satu melon agar hasilnya maksimal,” jelasnya.
Seluruh hasil panen diserap pasar lokal dan selalu habis terjual. “Setiap bulan panen raya, dan selalu ludes,” tambah Sutomo, yang juga Ketua PD Muhammadiyah Kota Madiun.
Ngrowo Bening Edupark kini menjadi ikon pertanian urban di Kota Madiun.
Lahan kosong disulap menjadi pusat hortikultura modern sekaligus destinasi wisata edukasi keluarga.
“Bulan Mei lalu panen, dan Agustus nanti green house yang baru juga siap dipanen,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto