Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot dan DPRD Kota Madiun sepakat menetapkan empat sektor sebagai prioritas pembangunan tahun anggaran 2026.
Kesepakatan itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman dokumen kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) yang digelar dalam rapat paripurna, kemarin (22/7).
Anggaran belanja daerah tahun depan dipatok Rp 1,16 triliun.
Fokus utamanya meliputi pengembangan ekonomi inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ketahanan sosial dan budaya, serta transformasi tata kelola kelembagaan.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya menegaskan bahwa KUA-PPAS yang dibahas saat ini masih berupa plafon sementara.
Artinya, masih memungkinkan adanya perubahan, terutama menyesuaikan dana transfer pusat.
‘’Masukan dari badan anggaran akan jadi acuan agar tidak keluar dari RPJMD dan RKPD,’’ ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Maidi berharap pembangunan 2026 berjalan lebih baik dibandingkan tahun ini.
Dia menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat dan angka kemiskinan makin turun.
‘’Stunting tahun depan kami targetkan turun 50 persen,’’ tegasnya.
Selain itu, program Koperasi Merah Putih ditargetkan berjalan akhir bulan ini.
Begitu juga penambahan dapur sehat untuk mendukung program makan bergizi gratis. (her)
Editor : Hengky Ristanto