Jawa Pos Radar Madiun – DPD PKS Kota Madiun tengah bersiap menyambut kepemimpinan baru lewat Musyawarah Daerah (Musda) yang diperkirakan digelar pertengahan September 2025.
Saat ini, proses penjaringan calon pengurus telah rampung dan tinggal menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
Sekretaris DPD PKS Kota Madiun, Hasta Hadiwiguna, menjelaskan bahwa mekanisme penjaringan dilakukan melalui musyawarah internal anggota pelopor.
Proses ini menghasilkan delapan nama yang telah dikirim secara elektronik ke DPW dan DPP untuk diproses lebih lanjut.
’’Proses pengusulan melalui e-voting. Nantinya nama-nama itu kemudian diranking oleh DPP dan dibahas bersama DPW,’’ ujar Hasta, Senin (4/8).
Dalam struktur PKS, delapan nama tersebut nantinya akan dimusyawarahkan untuk menempati posisi strategis seperti Ketua DPD, Ketua MPD, Ketua Dewan Etik Daerah (DED), sekretaris, hingga bendahara.
Penetapan dilakukan langsung oleh DPP dan diumumkan saat Musda melalui Surat Keputusan (SK), tanpa pemilihan langsung oleh kader daerah.
Terkait peluang Nur Salim untuk kembali menjabat sebagai ketua DPD, Hasta menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan pusat.
Dia menyebut bahwa meski Nur Salim sukses membawa PKS meraih empat kursi di DPRD Kota Madiun pada Pileg 2024 lalu, semua keputusan tetap melalui musyawarah DPP dan DPW.
Hasta sendiri mengakui namanya ikut diusulkan sebagai salah satu kandidat, bersama Prianda M. Lukito, Eka Yogantara, dan Edo Rahadi Permana.
’’Soal diusulkan, ya, nama saya masuk bersama dengan lainnya. Tapi keputusan akhir tetap berada di tangan DPP dan DPW,’’ ucapnya.
Sembari menanti Musda digelar, Hasta mengimbau seluruh kader dan pengurus PKS untuk tetap menjalankan tugas-tugas organisasi seperti biasa.
’’Saat ini kepengurusan masih tetap berjalan. Proses partai juga tidak boleh berhenti,’’ tandasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto