Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan masjid apung di Kota Madiun mulai dimatangkan.
Wali Kota Maidi menyebut donasi telah dibuka untuk mendukung pendanaan proyek tersebut.
Audiensi bersama sejumlah pihak digelar di TPA Winongo, Senin (4/8).
‘’Tadi sudah dibuka rekening donasi. Dari luar cukup banyak yang masuk,’’ ujar Maidi.
Ia menambahkan, konsep masjid apung sudah dirancang.
Pembangunan akan didanai yayasan dan sejumlah donatur dari luar kota.
Namun, pelaksanaan masih menunggu rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
‘’Masih menunggu rekomendasi dari BBWS,’’ jelasnya.
Masjid apung dirancang berdiri di atas air.
Bangunan itu bukan hanya tempat ibadah, tapi juga dirancang sebagai ikon wisata religi baru di Kota Madiun.
‘’Konsepnya terbaik. Tidak ada yang menyamai masjid apung ini,’’ tegas Maidi.
Rencananya, bangunan akan berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi atau berukuran 50x30 meter.
Proyek tersebut juga berdampak pada penataan kawasan sekitar, termasuk relokasi pedagang.
Peletakan batu pertama dijadwalkan dalam waktu dekat.
‘’Semakin cepat terealisasi, semakin baik,’’ pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto