Jawa Pos Radar Madiun – Isak tangis seorang siswi SDN 02 Madiun Lor pecah saat jarum suntik menusuk lengannya, Rabu (6/8).
Sesenggukan, bocah perempuan itu didekap seorang guru.
Di sudut ruangan, dua petugas dari Puskesmas Ngegong bersiap melanjutkan imunisasi untuk siswa lainnya.
“Sedang imunisasi MR (campak rubella) dan HPV (human papillomavirus),” terang Rita Rahmadani, wali kelas VI.
Sebanyak 18 siswa kelas I mendapat suntikan MR.
Sementara itu, tujuh siswi kelas V menerima vaksin HPV.
Menurut Rita, semua siswa hadir sehingga tidak diperlukan jadwal susulan.
“Semoga anak-anak semakin kebal terhadap serangan penyakit,” harapnya.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Denik Wuryani, menyebut total 929 siswa dari 16 SD ditargetkan menerima imunisasi sepanjang Agustus.
Rinciannya, 600 siswa kelas I untuk MR dan 329 siswi kelas V untuk HPV.
“Ini bagian dari Trias UKS, dan kami harap bisa rampung sesuai jadwal,” kata Denik.
Ia menambahkan, program lanjutan akan dilaksanakan November mendatang.
Meliputi imunisasi difteri tetanus (DT) untuk siswa kelas I dan tetanus difteri (Td) untuk kelas II serta V.
“Diharapkan semua siswa bisa mendapatkan imunisasi lengkap dan booster,” pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto