Jawa Pos Radar Madiun – SMPN 3 Kota Madiun (Spenga) merayakan ulang tahunnya ke-75 dengan meriah dan penuh inovasi.
Perayaan mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Bertumbuh dengan Toleransi, Melaju dalam Digitalisasi”.
Kepala SMPN 3 Choirul Muttaqin menyebut tema tersebut menjadi dasar seluruh rangkaian kegiatan.
’’Tradisi tak pernah usang, dan digitalisasi bukan berarti meninggalkan budaya,’’ ujarnya, Kamis (7/8).
Perayaan dimulai sejak akhir Juli dengan lomba pelajar se-Kota Madiun, simaan Alquran, hingga pelatihan Pelatihan Schracht Multi Level Game untuk Siswa SMPN se Kota Madiun dan Sharing Session AI antarsiswa.
Inovasi terlihat dalam pameran Google Teachable Machine, di mana siswa memamerkan prototipe mesin pemilah sampah otomatis berbasis kamera Chromebook.
Semangat toleransi juga hadir lewat lomba moderasi. Siswa SMPN se-Kota Madiun dari berbagai agama diberi ruang ekspresi: Lomba Pildacil dan Kaligrafi untuk Siswa Muslim, Mazmour untuk Katolik, dan telling story Alkitab untuk Kristen.
Puncak acara dimeriahkan pawai budaya nusantara. Tiap kelas menampilkan kostum adat dan tarian daerah.
Choirul menambahkan, pihaknya kini membuka kelas bahasa Jawa sebagai program baru sesuai arahan Dindik Kota Madiun.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Heny Wisma Rosanawati memberikan apresiasi atas konsistensi Spenga. ’’Sekolah ini tak hanya unggul akademik, tapi juga pilar pembentukan karakter dan literasi digital di Kota Pendekar,’’ katanya. (chi/her/*)
Editor : Mizan Ahsani