Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memutuskan memindahkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
Lokasi awal di kawasan Ring Road Barat diganti ke Lingkungan Kranggan, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman.
Wali Kota Maidi menyebut keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat.
Lokasi lama dinilai kurang representatif untuk pembangunan berskala besar.
“Kalau hanya 30 sampai 50 kelas mungkin cukup. Tapi kami ingin yang lebih luas dan permanen,” ujarnya kemarin (9/8).
Lahan di Kranggan dianggap ideal karena milik pemerintah dan memenuhi syarat minimal 5.000 meter persegi.
Pemkot akan menyiapkan urukan serta membangun jembatan sebagai akses.
“Kalau pakai gedung yang sudah ada, nanti bisa berpindah-pindah. Kami siapkan yang mapan,” tegasnya.
Rencana di Kranggan mencakup pembangunan enam gedung.
Saat ini sedang disiapkan akses jalan, pematangan lahan, dan pemindahan jalur kecil yang melintasi lokasi.
Program ini menjadi bagian dari tiga prioritas nasional: sekolah rakyat, makan bergizi gratis (MBG), dan koperasi merah putih.
“September ini semua bergerak. Koperasi merah putih sudah jalan, dapur MBG 16 titik harus tuntas September–Oktober,” kata Maidi.
Ia mengajak semua pihak, mulai Forkopimda, OPD, hingga masyarakat, untuk mendukung program tersebut demi percepatan pemenuhan pendidikan dan gizi anak-anak. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto