Jawa Pos Radar Madiun – Agustus biasanya identik dengan puncak musim kemarau. Namun, tahun ini berbeda.
Hujan disertai angin masih turun di beberapa wilayah Madiun dalam beberapa hari terakhir.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Masyarakat perlu berperan terkait masalah kebencanaan. Diharapkan tidak ada banjir tahun ini,” ujarnya, Selasa (19/8).
Potensi bencana yang diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, puting beliung, dan kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Wahyudi menyebut puting beliung sebagai ancaman terbesar. Hal itu merujuk kejadian pada akhir 2024 lalu.
“Mitigasi, edukasi, dan pencegahan terus kami laksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan,” jelas Wahyudi.
Ia menambahkan, masyarakat perlu diberi pemahaman agar mampu menyelamatkan diri dan keluarga saat bencana datang secara tiba-tiba.
Meski demikian, Wahyudi memastikan potensi bencana di Kota Madiun relatif rendah.
“Namun tetap harus ada kesiapan bersama,” pungkasnya. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto