Jawa Pos Radar Madiun - Menko IPK (Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY diberondong usulan pembangunan.
Ia menerima tak kurang dari 37 usulan pembangunan fisik maupun non-fisik dari daerah yang tergabung dalam kawasan Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota/Kabupaten Madiun, dan Ponorogo).
Sejumlah usulan yang diterima mencakup percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan SDM, peningkatan layanan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.
“Setiap kabupaten/kota di kawasan Pawitandirogo ini punya potensi berbeda-beda. Jika kompak dan solid, Pawitandirogo bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur,” kata Menko AHY saat Sarasehan Pengembangan Kawasan Pawitandirogo di Kota Madiun, Jumat (23/8).
AHY menekankan pentingnya sinergi lintas daerah. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar bila dikelola secara kolaboratif.
“Dengan orkestrasi yang baik, pembangunan lintas kabupaten/kota di kawasan Pawitandirogo bisa terintegrasi dan membuka lebih banyak peluang investasi,” ujarnya.
Pemerintah pusat, lanjut AHY, menyiapkan dukungan melalui program inpres jalan daerah dan inpres irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
Ia berharap forum sarasehan ini menghasilkan langkah nyata yang konkret, khususnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pengembangan kewilayahan berbasis potensi lokal, mulai dari pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menyebut kawasan Pawitandirogo menjadi salah satu penyumbang perekonomian terbesar kedua di Indonesia.
“Untuk sektor perdagangan menyumbang 23,87 persen, pertanian 18,78 persen, dan pengolahan 11,31 persen. Dengan luas wilayah mencapai 5.400 km persegi, kawasan ini sangat signifikan sehingga membutuhkan strategi pembangunan yang lebih terfokus,” ujar Emil.
Pemerintah Provinsi Jatim, kata Emil, siap menyelaraskan langkah pembangunan dengan pemerintah pusat dan daerah agar lebih terarah.
Sarasehan di Kota Madiun ini dihadiri oleh Menko IPK AHY, Wakil Gubernur Jatim, Sesmenko Perekonomian, Kepala BPK RI, pimpinan daerah se-eks Karesidenan Madiun, serta jajaran forkopimda. (naz)
Editor : Mizan Ahsani