Jawa Pos Radar Madiun - Pemkot Madiun memfasilitasi pelaku industri kecil menengah (IKM) dengan berbagai pelatihan.
Mulai olahan produk halal, branding digital berbasis kecerdasan buatan (AI), pendaftaran merek, desain kemasan, hingga diversifikasi makanan dan minuman kekinian.
Kabid Perindustrian Disnaker KUKM Kota Madiun Pipit Rachmawati Putri menyebut program itu sebagai strategi agar IKM naik kelas.
’’Kami ingin IKM tidak hanya unggul kualitas produk, tetapi juga memiliki legalitas dan strategi pemasaran yang kuat,’’ katanya.
Pelatihan olahan halal disertai fasilitasi sertifikat halal.
Branding produk mengajarkan promosi berbasis AI dan perlindungan merek.
Pelatihan desain kemasan menekankan standar kesehatan sekaligus menarik untuk pasar.
Busana batik cap diarahkan menciptakan motif khas terbaru bagi seragam OPD.
Adapun pelatihan up cycle berbahan jeans bekas menyasar IKM jahit, sedangkan diversifikasi kuliner memperluas variasi menu.
Kuota peserta bervariasi 20–60 IKM per gelombang.
’’Harapannya produk IKM Kota Madiun bisa dipasarkan secara nasional bahkan internasional,’’ pungkas Pipit. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto