Jawa Pos Radar Madiun – Pencegahan stunting tidak bisa ditunda.
Direktur RSUD Kota Madiun dr. Muhammad Nur, Sp.OG menegaskan, kunci utama ada pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), terutama selama masa kehamilan.
“Selain gizi, ibu hamil perlu menjaga kesehatan fisik dan psikisnya. Senam hamil sangat bermanfaat untuk menjaga kebugaran sekaligus menekan risiko bayi lahir stunting,” ujarnya, Minggu (25/8).
RSUD Kota Madiun kini difokuskan sebagai layanan rujukan bagi persalinan berisiko tinggi.
Sementara persalinan normal bisa dilakukan di puskesmas atau bidan.
’’Kalau kehamilan berisiko tinggi sejak awal sudah kami konseling agar melahirkan di rumah sakit,’’ jelasnya.
Sistem rujukan di Kota Madiun dipastikan berjalan baik.
Hampir tidak ada keterlambatan karena ibu hamil berisiko tinggi sudah terpantau sejak awal.
Penanganan stunting lebih banyak dilakukan di puskesmas melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang bekerja hingga tingkat RT.
RSUD hanya menangani kasus yang membutuhkan konsultasi spesialis anak atau rawat inap.
’’Kalau ada komplikasi, RSUD siap menangani. Namun pencegahan awal tetap dilakukan di puskesmas,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto