Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 43,4 miliar.
Pemangkasan terutama dari belanja barang dan belanja modal.
Dana hasil efisiensi dialihkan untuk pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Wali Kota Madiun Maidi menjelaskan, pemangkasan berasal dari perjalanan dinas, pengadaan alat perkantoran, serta kegiatan yang dinilai belum prioritas.
’’Seluruh penggunaan hasil efisiensi sudah ditentukan dan dimonitor pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD),’’ ungkapnya.
Efisiensi ini berdampak pada penundaan sejumlah program yang semula direncanakan di awal tahun.
Program tersebut akan dialihkan ke tahun depan.
’’Nantinya pendapatan asli daerah harus bisa naik untuk menopang pelaksanaan program yang tertunda,’’ terangnya.
Meski demikian, Maidi mengaku siap jika kebijakan efisiensi kembali diberlakukan pemerintah pusat tahun depan.
Sejumlah program nasional seperti Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Makan Bergizi Gratis akan membutuhkan dukungan anggaran besar.
Dia optimistis pemkot mampu mencari tambahan pendapatan.
’’Optimalisasi pajak dan retribusi daerah serta penguatan antikorupsi akan menjadi fokus utama,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto