Jawa Pos Radar Madiun – Suasana Kota Madiun dipastikan aman dan kondusif pascainsiden demonstrasi.
Wali Kota Madiun, Maidi, memimpin apel pengamanan yang diikuti camat, lurah, organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, hingga Satpol PP, Senin (1/9) malam.
“Hari ini situasi kita semua melindungi masyarakat. Ada ramai-ramai, ada isu-isu yang tidak jelas, maka saya turun langsung memastikan Madiun tetap kondusif,” ujar Maidi.
Apel pengamanan ini dilanjutkan patroli gabungan ke 27 kelurahan, PSC, Alun-alun, Stadion, Gedung DPRD, Jalan Baru, hingga Lapangan Gulun dan Bantaran.
Pengamanan dibagi dalam dua shift, berjaga 24 jam.
Menurut Maidi, pengamanan dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya pemerintah menyapa warga langsung hingga ke tingkat RT dan RW.
“Kami ingin masyarakat tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas,” tambahnya.
Menanggapi isu yang beredar, Maidi menegaskan kondisi pangan di Madiun tetap aman.
“Kalau ada demonstrasi, tidak sampai berpengaruh pada ketahanan pangan. Semua masih cukup,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan siskamling dan tetap rukun.
“Budaya di Madiun adalah saling menyapa. Siapa pun bisa datang, baik RT, RW, maupun tukang becak. Pemerintah dan masyarakat tidak ada batas,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto