Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun menindaklanjuti keterlibatan pelajar dalam demonstrasi 30 Agustus lalu.
Sebanyak 160 siswa SMP yang teridentifikasi hadir dikumpulkan bersama guru BK dan orang tua di Ngrowo Bening, kemarin (12/9).
Kadindik Kota Madiun Lismawati mengatakan kegiatan ini bertujuan memberi edukasi sekaligus pencegahan.
’’Sebagian besar anak hanya ikut-ikutan atau melihat dari pinggir jalan. Namun ini mengkhawatirkan karena bisa memengaruhi pola pikir mereka,’’ ujarnya.
Menurutnya, siswa perlu ditanamkan nilai cinta tanah air, disiplin, dan kesadaran hukum.
’’Anak-anak perlu tahu jika melanggar hukum ada konsekuensinya. Ini untuk pencegahan, bukan penghukuman,’’ tegasnya.
Dindik juga melakukan identifikasi mendalam terhadap siswa yang berperilaku anarkis.
Guru BK dilibatkan untuk mengetahui latar belakang siswa, termasuk masalah perhatian orang tua.
’’Kami hadirkan orang tua supaya ada komunikasi, pelukan, dan kasih sayang. Anak merasa diperhatikan,’’ jelas Lismawati.
Ia berharap sinergi sekolah, orang tua, dan pemerintah membuat siswa kembali fokus belajar.
’’Anak-anak ini aset bangsa. Kita harus menyelamatkan mereka,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto