Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun ngebut menuntaskan kekurangan penilaian kota sehat.
Wali Kota Maidi turun langsung memimpin evaluasi dan pembinaan setelah penilaian awal menunjukkan ada dokumen administrasi yang belum lengkap.
Maidi meminta semua OPD segera melengkapi syarat sebelum tim kota sehat turun lapangan.
“Unsur-unsur yang akan menjadi persyaratan ke sana. Insya Allah lah. Rodok kereng mesti jalan dan bagus,” tegasnya, Senin (15/9).
Kadinkes-PPKB Kota Madiun Denik Wuryani menyebut pihaknya sudah melewati paparan zoom dan menerima nilai awal.
Perbaikan dokumen dilakukan sesuai rekomendasi pusat.
“Namun, kami belum tahu hasilnya gimana. Nah, setelah ini kebetulan dari pusat ada verifikasi lapangan,” jelasnya.
Nilai BPBD sebelumnya -14 dari standar minimal.
Setelah perbaikan, angka itu diharapkan naik, ditambah hasil verifikasi lapangan pekan keempat September.
Tahun ini, pemkot menargetkan kembali meraih predikat Swasti Saba Wistara.
“Setiap dua tahun bertukar-tukar wistara, Insya Allah akan jadi baru,” harap Denik.
Ia menegaskan penilaian kota sehat tak hanya melihat fisik, tetapi juga dokumen lintas OPD.
“Bukan kesehatan saja yang dinilai, tapi OPD yang mendukung di sana. Tata dan pendidikan juga demikian, perkantoran juga demikian, baik swasta maupun pemerintah,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto