Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot dan DPRD Kota Madiun kembali bersiap menghadapi efisiensi anggaran tahun depan.
Proyeksi defisit APBD 2026 sekitar Rp 60 miliar menjadi salah satu tantangan pembahasan.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya menyebut asumsi anggaran akan dibahas di tingkat komisi dan badan anggaran (banggar).
Fokus pembahasan mencakup pemangkasan belanja tak terduga (BTT) serta efisiensi pos perjalanan dinas, ATK, dan kegiatan seremonial.
“Kemarin kami sudah efisiensi sekitar Rp 43 miliar. Kalau nanti ada pemangkasan 29 persen, kami masih punya tabungan. Mekanismenya akan dibahas di tingkat komisi dan banggar,” tegasnya.
Armaya memastikan hasil efisiensi akan dialokasikan untuk program prioritas.
“DPRD siap diefisiensi. Tahun ini, perjalanan dinas sudah dipotong 50 persen, ATK dan konsumsi juga ditekan,” tandas politisi Partai Perindo itu.
Dalam nota keuangan yang dibacakan Wawali F Bagus Panuntun, pendapatan daerah diproyeksikan Rp 1,108 triliun dengan belanja sekitar Rp 1,168 triliun.
Defisit Rp 60 miliar ditutup melalui pembiayaan.
Wali Kota Maidi menegaskan penyusunan R-APBD 2026 menggunakan asumsi lama karena dana transfer pusat belum ditetapkan.
“Kalau dana transfer bertambah, Alhamdulillah. Kalau berkurang, kami cari jurus lain. Jurusnya banyak,” ujarnya.
Maidi menekankan fleksibilitas penting agar program prioritas tetap berjalan.
“Kami harus siap dengan segala kemungkinan. Jangan sampai program pembangunan terhambat,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto