Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat kemiskinan di Kota Madiun terus menurun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada Maret 2025 turun menjadi 3,89 persen dari 4,38 persen pada Maret 2024.
Jumlah penduduk miskin kini tersisa 6.960 jiwa. Berkurang 0,88 ribu jiwa dibanding setahun lalu sebanyak 7.850 jiwa.
Wali Kota Madiun Maidi bersyukur capaian ini, namun mengingatkan agar penurunan berlangsung konsisten.
’’Jangan sporadis, harus continue. Ini laporan yang cukup bagus,’’ ujarnya, kemarin (17/9).
Kota Madiun kini berada di posisi keempat terendah kemiskinan di Jatim.
Hanya di bawah Kota Malang (3,85 persen), Surabaya (3,56 persen), dan Batu (2,86 persen).
’’Kami akan turun ke lapangan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jangan sampai terlena,’’ tambah Maidi.
Pemkot menargetkan angka kemiskinan nol persen pada 2029.
’’Tidak mudah karena ada 29 indikator yang harus dipenuhi. Tapi kami optimistis,’’ tegasnya.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz menyebut garis kemiskinan per kapita Maret 2025 sebesar Rp 666.073.
Dengan rata-rata anggota rumah tangga 4,88 jiwa, garis kemiskinan rumah tangga mencapai Rp 3,25 juta.
Aziz menyebut penurunan kemiskinan berkat intervensi pemerintah dari sisi pengeluaran maupun pendapatan.
Inflasi terkendali, harga barang dan jasa stabil, dan program bantuan sosial terus diperkuat.
’’Angka kemiskinan 3,89 persen ini sudah sesuai tren. Intervensi harus terus dijalankan,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto