Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Madiun kedatangan tim Komisi Informasi (KI) Jawa Timur untuk verifikasi faktual monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi badan publik, Kamis (18/9).
Komisioner KI Jatim Yunus Mansur Yasin menilai keterbukaan informasi di Kota Madiun terus mengalami perbaikan.
“Kota Madiun sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja jangan berpuas diri, terus lakukan inovasi agar berbeda dari daerah lain,” pesannya.
Menurut Yunus, kunci keterbukaan adalah aksesibilitas.
“Masyarakat harus mudah mengakses setiap informasi yang disediakan pemerintah kota,” tegasnya.
Tahun ini, KI Jatim memeriksa kembali dokumen pengadaan barang dan jasa yang sebelumnya sempat terjadi kesalahpahaman.
“Sekarang sudah jauh lebih lengkap dan sempurna,” tambahnya.
Setelah visitasi, tahapan dilanjutkan wawancara selama 15 menit dengan paparan komitmen keterbukaan, anggaran, serta inovasi yang telah dan akan dijalankan.
Hasil monev akan diplenokan sebelum KI Award 2025 digelar November mendatang.
Sekretaris Kominfo Kota Madiun Robertha Juvita Rosa optimistis bisa meraih nilai hampir sempurna.
“Tahun 2021 kami pernah meraih 99,25, sedangkan 2024 mendapatkan 97,60. Tahun ini target kami 99,99,” jelasnya.
Kominfo mencatat sejumlah inovasi, seperti BBM (Bincang Bareng Mimin) yang menghadirkan dialog interaktif melalui radio dan Instagram live, program Jebol Kiper (Jemput Bola KIP), SPAN Lapor, serta roadshow PPID ke sekolah dan perguruan tinggi.
“Kami juga berencana membentuk PPID di sekolah, puskesmas, dan UPTD agar keterbukaan informasi makin merata,” pungkas Juvita. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto