Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun dipilih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lokasi survei permukiman untuk pencegahan penyakit Rickettsiosis.
Survei difokuskan di wilayah Kelurahan Taman.
Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PRKesmazi) BRIN, Wahyu Pudji Nugraheni, menyebut Madiun berada di tengah daerah endemis bakteri rickettsia.
“Karena itu kami tertarik melakukan pengujian dan survei permukiman di sini,” ujarnya saat audiensi dengan Wali Kota Maidi di Balai Kota Madiun, Jumat (19/9).
Survei dilakukan bertahap mulai September ini.
BRIN menggandeng Pemkot Madiun dan masyarakat untuk menekan penyebaran bakteri penyebab penyakit zoonosis tersebut.
“Harapannya lingkungan tetap sehat dan nyaman,” kata Wahyu.
Rickettsiosis merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui pinjal, kutu, caplak, atau tungau pada tikus maupun kucing.
Penyakit ini menjadi penyebab demam non-malaria kedua tertinggi di Asia Tenggara setelah dengue.
Wali Kota Maidi mengapresiasi keterlibatan BRIN.
“Pemkot selalu terbuka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Maidi menambahkan, kerja sama ini penting tidak hanya untuk pencegahan penyakit tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan.
“Manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto