Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BRIN Ingatkan Bahaya Rickettsiosis: Madiun Dikepung Daerah Terjangkit, Penyebab Demam Terbanyak Kedua di Asean

Erlita H • Senin, 22 September 2025 | 23:50 WIB
Ilustrasi tungau penyebab penyakit rickettsiosis.
Ilustrasi tungau penyebab penyakit rickettsiosis.

Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun dipilih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi salah satu lokasi survei permukiman terkait pencegahan penyakit Rickettsiosis.

Penyakit zoonosis ini disebabkan bakteri rickettsia yang ditularkan lewat pinjal, kutu, caplak, dan tungau pada tikus maupun kucing.

Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PRKesmazi) BRIN Wahyu Pudji Nugraheni mengatakan, survei akan difokuskan di Kelurahan Taman.

’’Madiun berada di tengah daerah yang terjangkit bakteri Rickettsiosis. Karena itu, kami tertarik melakukan pengujian dan survei di sini,’’ ujarnya saat audiensi dengan Wali Kota Maidi di Balai Kota, Jumat (19/9).

Wahyu menambahkan, survei dilakukan secara bertahap mulai bulan ini dengan melibatkan dua peneliti BRIN.

Pihaknya sengaja menggandeng Pemkot Madiun dan masyarakat agar penyebaran bakteri bisa ditekan.

’’Targetnya lingkungan tetap sehat dan nyaman,’’ jelasnya.

Rickettsiosis dilaporkan menjadi penyebab demam non-malaria kedua terbanyak di Asia Tenggara setelah dengue.

Karena itu, survei sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Wali Kota Maidi menyambut baik program ini. ’’Kami selalu terbuka bekerja sama, terutama soal kesehatan masyarakat. Kedatangan BRIN jadi langkah penting memperkuat pencegahan,’’ katanya. (err/her)

Editor : Mizan Ahsani
#asia tenggara #kota madiun #Rickettsiosis #demam #penyakit #BRIN