Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerita Naila dari Perpus ke Panggung Literasi: Menangis saat Revisi, Kini Cerpennya Jadi Inspirasi Pelajar di Madiun

Erlita H • Senin, 22 September 2025 | 19:10 WIB
INSPIRATIF: Naila Aprillya Padila menunjukkan cerpen karyanya yang masuk dalam buku Kota Madiun dan kisahnya.
INSPIRATIF: Naila Aprillya Padila menunjukkan cerpen karyanya yang masuk dalam buku Kota Madiun dan kisahnya.

Jawa Pos Radar Madiun – Di balik senyumnya yang ramah, Naila Aprillya Padila menyimpan kisah perjuangan.

Siswi kelas VIII SMPN 11 Madiun itu bukan hanya dikenal sebagai ketua kelas, tetapi juga menjadi salah satu anggota terpilih di Empok Remen (Kelompok Remaja Menulis) 2025.

Perjalanan Naila bergabung dengan komunitas literasi itu bermula dari ajakan gurunya.

’’Guru bahasa Indonesia saya menawari ikut latihan menulis cerpen. Setelah itu kami dikumpulkan di perpustakaan untuk latihan,’’ kenangnya, Senin (16/9) lalu.

Setelah berlatih, cerpen hasil tulisannya dikirim ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun untuk seleksi.

Dari 60 peserta, hanya 30 remaja yang terpilih. Naila termasuk di antaranya.

Empat kali pertemuan diikuti, mulai belajar teori penulisan cerpen, mengeksplorasi tempat bersejarah di Kota Madiun, hingga revisi naskah.

’’Sempat kunjungan ke Klenteng, Taman Obor, sampai Balai Kota untuk menggali ide cerita,’’ ujarnya.

Namun, proses itu tidak selalu mudah. Naila mengaku sempat menangis saat harus merevisi cerpennya dari awal.

’’Awalnya saya pemalu dan tidak berani ngobrol. Tapi akhirnya saya belajar banyak, sekarang lebih percaya diri,’’ tutur gadis asal Mojopurno, Wungu, itu.

Dalam buku antologi “Kota Madiun dan Kisahnya” yang diluncurkan Mei 2025, Naila menulis cerita berlatar Taman Obor.

Tokoh utama karyanya, Dila, bertemu petugas kebersihan taman dan mendengar kisah sejarah tempat itu. Cerita kemudian berujung plot twist yang mengharukan.

’’Saya ingin pembaca mengenal Taman Obor dan mau datang ke sana,’’ katanya.

Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, Sinta Nuzuliana, mengatakan buku ini dicetak terbatas 110 eksemplar. Nantinya

akan dibagikan ke sekolah, 27 perpustakaan kelurahan, dan diunggah versi digital melalui barcode agar mudah diakses publik.

’’Kami ingin karya anak-anak ini dibaca banyak orang,’’ ujarnya.

Program Empok Remen sendiri sudah berjalan sejak 2023 dengan sasaran remaja SMP dan SMA.

Tahun depan, dinas berencana mempertemukan tiga angkatan sekaligus untuk berbagi pengalaman dan memperluas jaringan kreatif.

Bagi Naila, pengalaman ini bukan sekadar belajar menulis. Dia juga belajar berani menyampaikan ide.

’’Harapannya, buku ini bisa menginspirasi teman-teman untuk terus membaca dan menulis,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Mizan Ahsani
#pelajar #perpustakaan #cerpen #SMPN #madiun