Jawa Pos Radar Madiun – Misteri genangan air setinggi 1–1,5 meter di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) Minggu (21/9) lalu akhirnya terjawab.
Wali Kota Madiun Maidi menemukan penyebabnya, saluran drainase terbendung tanggul yang terlalu tinggi dan pintu air tidak sempat dibuka.
Akibatnya, air hujan tidak mengalir ke sungai dan meluap hingga menutup area mulai menara Eiffel hingga kincir angin Belanda.
Video genangan air tersebut sempat viral di media sosial.
Senin (22/9), pemkot langsung bergerak cepat.
Tanggul yang membendung saluran dibongkar separo menggunakan alat berat agar aliran air kembali normal.
’’Semua saluran siap. Hanya Sungai Besar di tengah kota menjadi urusan pemerintah daerah. Semua saluran dari RT masuk ke sana,’’ jelas Maidi.
Selain pembongkaran tanggul, Bengawan Madiun kini jadi fokus utama pemkot.
Tim gabungan rutin mengecek kebersihan sungai dan memastikan aliran lancar.
Maidi mengingatkan kewaspadaan ekstra, terutama di kawasan pinggiran kota.
Ia juga menyebut proyek payung Kakbah dan arum jeram di PRC yang membendung aliran menjadi pembelajaran.
’’Hujan kemarin jadi uji coba kapasitas saluran. Bisa diketahui berapa yang terpenuhi dan kelebihannya,’’ katanya.
BPBD bersama camat, lurah, dan RT telah mengecek titik rawan banjir sebulan terakhir.
Pengerukan sungai dilakukan untuk membersihkan sumbatan.
Selain pompa penyedot air, pemkot berencana melengkapi armada dengan pompa penyedot lumpur agar penanganan lebih optimal.
’’Titik nol kota lebih rendah dari Bengawan Madiun. Kalau debit naik, pompa otomatis hidup. Jadi, jangan heran kalau hujan deras semua pompa beroperasi,’’ pungkas Maidi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto