Jawa Pos Radar Madiun – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025 jenjang sekolah dasar di Kota Madiun resmi tuntas Selasa (23/9).
Selama dua hari, 67 SD negeri dan swasta mengikutinya serentak.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati menjelaskan, ANBK merupakan program evaluasi untuk mengukur mutu pendidikan dan kinerja sekolah.
Hasilnya menjadi rapor mutu pendidikan daerah.
Pelaksanaan ANBK dibagi dua sasaran: peserta didik dan tenaga pendidik.
“Untuk siswa, materinya asesmen kompetensi minimum (AKM), literasi, numerasi, dan survei karakter. Sedangkan guru mengisi survei lingkungan belajar,” jelas Lismawati.
ANBK diikuti 30 siswa per sekolah. Jika jumlah siswa lebih dari 30, peserta dipilih acak oleh kementerian pusat.
“Jadi yang menentukan siapa yang mengikuti ANBK itu dari kementerian, maksimal 30 siswa,” ujarnya.
Lismawati menegaskan ANBK bukan ujian individu.
“Hasilnya dipakai untuk melihat mutu masing-masing sekolah. Sistemnya online, bukan untuk menilai siswa perorangan,” tambahnya.
Dia berharap ANBK tahun ini mampu meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa.
“Kota Madiun saat ini sudah di atas rata-rata nasional dan provinsi,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto