Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi menegaskan pengawasan distribusi menu bergizi gratis (MBG) diperketat.
Hal ini menyusul maraknya kasus keracunan MBG di beberapa daerah.
Meski belum ada laporan kejadian serupa di Kota Madiun, Maidi mengingatkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar lebih selektif dalam penyediaan menu.
’’Gizinya (makanan) harus diperhatikan,’’ ujarnya kemarin (24/9).
Maidi menyebut salah satu kunci keamanan makanan adalah distribusi yang cepat.
Jarak dapur ke sekolah maksimal dua kilometer sehingga makanan sampai dalam keadaan panas.
’’Dari dimasak sampai dikirim hanya butuh 5–10 menit,’’ jelasnya.
Menurutnya, keracunan di daerah lain diduga terjadi karena makanan dikirim dari jarak jauh dan terlalu lama berada di wadah.
’’Solusinya, dapur jangan jauh dari sekolah,’’ tegas Maidi.
Pemkot juga aktif mengawasi kualitas makanan MBG.
Maidi yang ditunjuk Kemendagri sebagai anggota satgas keliling pengawasan MBG memastikan proses masak hingga distribusi sesuai standar.
’’Tidak boleh dimasak sore lalu dihangatkan pagi. Itu dilarang,’’ tandasnya.
Selain itu, pemkot menargetkan pembangunan 16 dapur MBG rampung akhir Oktober.
Saat ini lima dapur telah beroperasi di Jalan Tirta Raya, Nambangan Lor, Banjarejo, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Ciliwung, dan Jalan Sedoro. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto